Minggu, 28 Juni 2015
Membutuhkan mu.
When you love some one..
Sekarang keinginan itu cuma tinggal keinginan yang harus segera dibuang jauh-jauh bahkan dilenyapkan. Hilang sampai tak bersisa. Sebelum terlambat masih banyak hal yang mau aku sampein ke kamu. Pertama, terima kasih telah menjadi bagian dari hidup aku selama lebih dari 3 tahun, meski kita deket baru 2 taun. 2 taun? Hmm waktu yang cukup panjang. Terima kasih telah mambantu merealisasikan mimpi-mimpinya aku. Terima kasih untuk selalu jadi malaikat pelindung dan penolongnya aku yang paling sabar dan romantis. Kedua, Selama beberapa taun ini pasti aku sering buat kamu kecewa, cemburu, kesel marah dan masih banyak lagi. Maaf, maaf untuk itu dan maaf untuk pengabaian-pengabaiannya selama ini. Aku seneng bisa kenal kamu. Aku tau ini bukan akhir dari segalanya, aku tau ini awal dari segalanya. Ketiga, Selamat menempuh hidup baru. Semoga dia yang kelak nemenin kamu selamanya punya rasa sayang yang lebih besar dari sayangnya aku kekamu selama ini. Semoga dia bisa lebih ngertiin kamu. Semoga kita bahagia. Meskipun untuk saat ini entah sampe kapan aku masih harus sering nangisin hal ini. Insyaallah aku ikhlas, ini bukan hal yang main-main. Udah lebih dari serius, lebih dari sekedar putus atau dislingkuhin. Rasanya kamu pasti ngerti sama perasaannya aku sekarang, marah, kesel, kecewa. Tapi aku ga punya hak untuk larang kamu. Toh aku juga ga bisa jadi calonnya kamu secepat ini. Aku masih punya tanggung jawab, begitupun kamu. Lakuin apa yang menurut kamu baik. Bantu aku untuk ngilangin rasa ini. Sebenci-bencinya aku sama kamu rasanya rasa sayang aku masih ngalahin rasa benci itu sendiri. Aku ngerti ini semua bukan maunya kamu. Aku juga tau gimana rasa sayangnya kamu sama aku.
Jumat, 26 Juni 2015
25 Juni 2015
Senin, 01 Desember 2014
2 Desember 2014
"Bljr yg rajin ya. Janji? Dan aku bersumpah untk mlakukan sumpah yg akan membuat seluruh catatan pendidikanku kelak terlihat bercahaya :) Demi melihat kebahagiaan keluargaku aku berikrar dlm hati, dia akan selalu menjadi orang yg paling kuhormati setelah orang tuaku, selalu! :) Menatap siluet tubuhnya yang begitu menenangkan. Menjanjikan masa depan, semenjak detik itu aku berikrar dalam hati bersumpah sungguh² : apapun yg akan dikatakannya, apapun yg diucapkannya akan selalu kuturuti. Apapun itu! :)"
Kata-kata itu dikutip dari novel favorit karangan om Tere, Daun Yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin. Suka banget sama kata-kata itu.
2Desember2014. Hi, Selamat Hari Kelahiran untuk orang yang paling kuhormati setelah orang tuaku! Trimakasih tlah membuat seluruh catatan pendidikanku terlihat bercahaya.
Semoga selalu diberi kesehatan dan rizky. My Allah bless you :)
Kamis, 14 Agustus 2014
W-I-S-U-D-A !!!!
Kegiatan sore ini masih ga jauh beda sama sore-sore selama liburan di semester ini. Kepo. Ya, kepo kegiatan yang selalu menimbulkan rasa sesak setelahnya. Anyway, I do love it. Muehehe, karena menurut gue kepo is care, eh ganti ah itu udah terlalu mainstream. Jadi kepo itu menguji adrenalin. Gimana keren kan? Gaperlu mahal-mahal beli tiket ke dufan teros naik tornado atau sejenisnya lah...
Ceritanya sore ini mau berkegiatan di pesbuk. Sosmed setriliyun umat. Baru buka beranda dan *PAW! Btw kaget ga? Engga ya? Baiklah. Apa dong itu. Ada yang upload foto pake toga gitu. Captionnya itu kalo ga salah "persiapan wisuda - nyobain toga yeeey" haaaaaaa tibatiba terharu dan bombay. Jangan heran plis. Terharu? Iya yang update itu my choice nya gue dulu. Dulu. Ditanggal 14 Agustus 2010. Eh berarti 4 tahun silam ya? Iyaaaa.
Mau flashback dikit boleh? Ya maklum kodrat jadi cewe yang katanya ahli sejarah ini lg kambuh. Tapi bingung harus cerita dari mana. Rasarasanya gue banyak dosa sama dia. Iya, dia yang ga pernah gue ceritain sebelumnya. Mungkin karna dia ga pernah buat galau dan super baik. Jadi luput dari sorotan masa gitu. Hoam. Maaf. Jujur deh selama ini ngerasa bersalah banget sama makhluk ajaib yang satu ini. Selalu buat kecewa dan cemburu. Maaf. Maaf banget hey! Kalo dibilang sayang, ya sayang. Secara kita deket itu 2taun lebih, lebihnya banyak malah. Selalu jadi malaikat penolong dan pengabul permintaan-permintaan manja gue (dulu). Sekarang? Rasanya kangen pengen ketemu, bukan modus ini tulus. Serius. Kangen aja. Iya cuma sekedar kangen. Kangen semuanyaaana. Inget ga sih kita dulu ngapain aja? Haha ssstt. Rahasia.
Back to the topic. Wisuda. Yakin itu udah mau wisuda? Ahhhhh selama ini gue kemana aja? Padahal dulu kita pernah mimpi ya, iya mimpi untuk tetep sama-sama saling nguatin dimasa-masa sulit. Nah, pas masamasa sulit lo mencapai wisuda gue kemana? Ah udah cukup. Jangan tanya. Gue hilang ditalan bumi. Entahlah. Nyesel? Mungkin. Ko bisa? Ah gatauuu. Terlalu rumit. Om google yang tau apa aja juga mungkin enggan nyariin jawabannya. Oke.
Oke cukup. Selamat menempuh hidup baru. Selamat, selamat, selamaaaaat. Sincerely miss you :')
Selasa, 29 Juli 2014
Let time heal the wound
Happy Eid Mubarak!
Malem takbiran: bombay dan bilang "fix benci" 》 Lebaran pertama: maaf-maafan, ngemil sambil guling-guling dan nonton film india (ritual rutin setiap lebaran) 》 Lebaran kedua: Mampi kerumah aku, lari-larian sampe sempur, ke botani trus jalanjalan dan baca buku ke gramed, pulang kerumah kalian (yes, mereka yang selalu menjadi tokoh dalam setiap postingan) halal bihalal sama mama n papa terus pergi lagi, angin-anginan makan nasi goreng seafood, minum es bansus dan makan duren dipinggir jalan terus cari pempek ke kafe sebrang dan ternyata tutup. Pulang kerumah sambil oleng-oleng (mungkin mabok duren), tidur-tidurang godain jani sama braga. Buat mimpi-mimpi baru, bercanda kaya dulu (yap, dulu. Sebelum perang dunia ke tiga pecah).
Finally, sekarang kita bertiga akur lagi. Aneh, entah kenapa bisa secepat itu mengembalikan rasa yang dulu udah coba di buang jauh-jauh. Tapi itu semua bukan masalah, yang penting kita bisa kumpul bertiga. Entah rasa apa yang terpendam dalam hati kita masing-masing. Sulit untuk menganalogikannya. Cukup untuk dinikmati. ♥
Jumat, 18 Juli 2014
Rasa Baru!
Hai. Aku kembali, yap kembali dengan perasaan yang sama perti dulu. Eh enggaaaaaaa! Kembali dengan perasaan baru. Perasaan yang lebih menyesakan. Sesak? Iya! Entah ini perasaan apa. Sakit. Perasaan baru yang justeru lebih rumit. Dulu sekedar nyaman, rasarasanya rasa itu tlah berkembang menjadi rasa sayang dan rasa takut akan kehilangan. Lagi-lagi hati ini tertekan akan pilihan rasa yang seharusnya ditimbulkan. Salah.
Ya! Ini salah, ternyata 'mereka' benar. Harusnya hati ini lebih peka. Mungkin kini hati sudah menyadari apa rasa yang sesungguhnya yang dikehendakinya. Namun lagi-lagi nasib seorang gadis itu hanya menunggu dengan menerkanerka apa arti dari kejadian itu tanpa sedikitpun keberanian untuk menanyakannya. :'(