Halaman

Jumat, 01 Januari 2016

2016 RULES

Here I am ...

 Make peace with my past, so it won’t disturb my present. What other people think of me, is none my business. Time heals almost everything, give it time. No one is in charge of my happiness. Except me.  Don’t compare my life to others and don’t judge them, I have no idea what their journey is all about. Stop thinking too much. Its alright not to know the answers. They will come to me when I least expect it. Smile. I don’t own all the problems in the world.  Laugh when I can. Apologize when I should. Let go of what I can’t change. Reduce, reuse, recyle. Save money, take a trip. Improve self, manage debt. Spend more time with family and friends.  Eat better.  Read more. Exercise more.  Be mindful.  Network more.  Discipline.


Bogor, 01 Januari 2016
with Love

Pradita


Happy New Year 2016!

2016 is coming...


Make a new whises, destination, planning, and more rules. Ditepati atau tidak kita lihat nanti, Haha. Spend time with my beloved is the best moment ever. Meski, kehilangan momen bareng temen bahkan keluarga. Atuh mereka juga sibuk dengan kegiatannya sendiri :’( *selalu membenarkan apa kata hatinya*.  Dari mulai plan ke pantai, pulau sampe bukit semuanya gagal. Finally, ngeskrim di mcd, dan keliling Bogor cari spot asik untuk sekedar duduk dan menikmati detik-detik pergantian tahun. We forgotten one thing, namanya juga momen tahun baru. Jalanan macet broo.. semua tempat mendadak berubah jadi lautan manusia, dari mulai abg-abg alay, ibu-ibu beserta segenap keluarganya dan semua kalangan yang terlibat di dalamnya. Mana nyaman?  Huft. Setelah memutuskan untuk pulang saja, ternyata akses jalan menuju rumah macet parah. Yakali, bayangin aja dari sempur kerumah kurang lebih 65menit. Gils! Selama macet disempur sampe keburu untuk jajan-jajan cimol sama baso goreng. Pada akhirnya detik-detik pergantian tahun kali ini hanya kita nikmati di jembatan sempur dan halaman rumah. Fyuuh~. But anyway, terimakasih untuk waktunya. Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik dan menyenangkan. See you soon.

Senin, 17 Agustus 2015

Hari Bertiga

Hai,

Beberapa hari lagi mungkin kita ga akan bisa pergi bareng kaya hari ini. Setelah sekian lama ga jalan bertiga, akhirnya hari ini kita jalan bertiga, kalo lagi akur dan setiap malem ketemu pasti selalu ada momen untuk jalan bertiga. Momen yang paling aku kangenin.
Entah kenapa selalu suka jalan bareng kalian. Iya, kamu dan kamu. Dulu hampir setiap malem. Sekarang sekedar kumpul aja udah susah banget. Ga ngerti deh betapanya hari ini. Ga ngerti harus seneng atau sedih.

Gaberubah...
Sikap dan tingkah laku kalian masih aja sama. Kekanakan tapi super protect disetiap perjalanannya. Hari ini pergi naik si kepala dua. Mungkin masih suasana lebaran yang katanya arus balik aseli statsiun udah kaya lautan orang. Mau seramai dan sedesekdesekan apapun tetep ngerasa terlindungi banget. Duh kalian! :')
Kalo lagi jalan bertiga gini suka ngerasa jadi cewe yang paling beruntung. Beruntung bisa dikawal sama dua cowo keren (tapi nyebelin) yang selalu rusuh disetiap harinya. Rusuhnya kalian itu lucu dan selalu bikin perut sakit karna nahan ketawa. Hihi. Dari mulai dibawain tas, dipakein topi + jaket yang kegedean, digandeng kaya orang mau nyebrang sampe digendong kalo cape. Haha
Salah. Salah banget sebenernya kalian terlalu manjain gini. Dan sampe detik ini masih ga kebayang kalo kalian tiba-tiba pergi dan kita ga akan ketemu lagi. Hhhhhhhh :'(
Trimakasih untuk waktu dan hari yang menyenangkan. Semoga ini bukan yang terakhir. Semoga kita bahagia. Love you all as always! :')

Rabu, 12 Agustus 2015

Siap tidak siap tetap akan berakhir


Tertawa? Menurut definisi dari KBBI tertawa berarti melahirkan rasa gembira, senang, geli, dsb dengan suara berderai. Foto itu menceritakan lebih dari apa yang kamu ceritakan sebelumnya. Foto yang tak sengaja aku lihat dijejaring sosial media milik keluargamu. Rasa gembira tentu saja menjadi salah satu penyebab kebahagiaan. Harusnya aku ikut berbahagia atas apa yang kamu rasakan seperti yang tergambar jelas dalam foto itu. Harusnya. Namun, hatiku tidak setabah itu. Rasa kecewa masih sangat menghantui, selalu hadir saat kenangan-kenangan itu melintas. Harusnya aku, bukan dia. Katanya semua bukan inginnya kamu, tapi entah harus percaya atau tidak. Nyatanya aku lihat kamu sangat berbahagia dalam foto itu. Foto bersama mereka yang katanya akan menjadi calon keluarga. Cemburu, mugkin kata yang pantas untuk menyimpulkan semua kejadian ini. Semua terjadi terlalu cepat, dengan atau tanpa persetujuan aku, aku orang yang katanya kamu cintai sepenuh hati semua akan tetap terjadi. Katanya semua bukan inginnya kamu. Tapi omong kosong. Maaf untuk kali ini rasa percayaku sudah tak berpihak kepada mu. Kamu yang selalu aku semogakan.

Aku juga bisa lelah. Lelah dengan kisah yang kita jalani ini. Ingat sekarang kamu dan segenap keluargamu telah memilih dia. Ini bukan hal yang main-main lagi. Aku sudah tidak berhak dengan apapun yang aku inginkan terhadapmu lagi. Waktu telah memberikan penjelasannya, bahwa secinta apapun aku kepadamu, pada akhirnya orang yang melukai tak selayaknya diperjuangkan lagi. Luka? Tentu saja aku terluka dengan apa yang telah menjadi pilihanmu itu. Sangat terluka.


Sekarang diamlah di tempatmu. Tidak perlu mendekat lagi. Aku juga akan diam disini. Mari saling memerhatikan dari jauh saja. Renungkan apa saja yang telah kamu lakukan dan siapa saja orang yang telah kamu kecewakan. Kita akan tetap begini selamanya. Tidak perlu saling berbicara perihal cinta, aku sudah lelah memperdebatkannya. Nanti, setelah saling lelah. Semoga kita akan saling melupakan. Aku akan baik-baik saja dengan hidupku meski tanpa kamu lagi, mungkin.  Kamupun akan tetap baik-baik saja dengan pilihan barumu itu. Tentang perasaanku yang masih amat sangat kepadamu, biarlah itu menjadi urusanku saja. Selamat berbahagia. Meski aku tidak pernah benar-benar akan bahagia melihatmu bersamanya.

Jumat, 17 Juli 2015

Lebaran Tahun ke 3

Mohon maaf lahir dan batin. Alhamdulillah masih dikasih kesempatan untuk ikut lebaran ditaun ini. Entah harus seneng atau sedih. Taun ini banyak banget cobaannya. Harus tabah sampai akhir. Taun pertama tanpa "kita", dan sialnya masih nyari dan nunggu kamu. Maaf, aku ga sekuat apa yang aku pikirin kemaren. Taun ini yang minta maaf sambil bilang love you cuma Dusta :'(. Kamu kemana? 
Sempet kecewa, tapi ternyata kamu datang. Datang dengan rasa yang sama. Antara seneng dan sedih. Jujur kangen banget. Terima kasih untuk sudah berkunjung. Terima kasih juga lagunya. Sangat mewakili.

Np: Samsons - Perbedaan
Pejamkan matamu di hadapanku
Kan ku cium kau tuk terakhir kalinya
Sudahlah kita tak mungkin untuk bersama
Perbedaan membuat kita terpisah
Genggamlah tangan ku ini
Aku bahagia saat bersamamu
Usaplah setiap tetes air matamu
Usah kau tangisi perpisahan ini
Bukanlah keinginan kita berpisah
Perbedaan membuat kita terpisah
Dengarlah suara hatiku
Aku bahagia saat bersamamu
Oh..
Ingatlah sumpahku ini
Aku bahagia saat bersamamu
Aku bahagia bahagia
Aku bahagia saat bersamamu
Aku juga bahagia. Tapi nanti entahlah :')
Semoga ini bukan yang terakhir. Tanpa kamu minta, Aku pasti inget ko :')

Selasa, 14 Juli 2015

Waktu yang Tepat

Aku pernah mempertahankan seseorang yang telah mengkhianati hatiku. Ia yang lupa pada janjinya sendiri. Berhari, berminggu aku hampir saja menangis untuk mengemis perasaan dan waktu padanya. Menjaga apa yang masih aku percaya, cinta seperti awal yang kita rasa. Bodoh. Tanpa menyadari bahwa sekali seseorang berkhianat atas rasa yang kamu miliki, sungguh perasaan itu tak akan pernah utuh lagi. Akhirnya, aku menyerah. Aku menyerahkan dia kepada bagian masa lalu yang tak ingin kuingat-ingat lagi. Saat ini air mata pun rasanya sudah enggan untuk menetes karenanya. Terima kasih kepada kalian yang selalu menguatkan dan merekahkan senyum.

Np: tapi bukan aku by krispatih

“tak kan mencoba kembali ~ ” BYE! :*

Harapan Kosong

Pernahkah kamu berharap pada seseorang. Kamu berharap kebaikannya, kehadirannya, perhatiannya, kasih sayangnya, tapi sering kah engkau dikecewakannya, menangis karenanya, disakiti olehnya? Ya.

Lalu, pantaskah kamu masih berharap padanya? Entah.

Ataukah dalam kecewa, dalam tangis dan dalam sakit itu ada bahagia yang kamu dapatkan? Tidak.

Apakah dengan kecewamu dia berubah menjadi baik? Tidak, dia sering mengulanginya, lagi dan lagi.

Apakah dengan tangismu dia akan hadir? Sewaktu-waktu, tapi lebih sering Tidak.

Ataukah dengan perasaan sakit hatimu, dia menyayangimu? Entah.

Lihat sebagian jawaban adalah TIDAK.

Bukankah ini saatnya untuk kamu pergi, berpaling, menjauh? Setidaknya pergilah dari rasa kecewa itu. Berpalinglah dari tetesan air mata itu. Menjauhlah untuk membahagiakan hatimu. Sulitkah itu bagimu? Ya.

Jika “YA
Pikirkanlah betapa dia tak  pernah mengharapkanmu, memperdulikannmu, memikirkanmu. Tanpa kamu sadari kamu telah hanyut dalam harapan kosong.


Maka lepaskanlah...